DITERIMA DI DUA SEKOLAH UNGGUL SUMBAR
Seminggu
sebelum kelulusan, saya mendengar telah dibukanya sebuah SMA baru yang unggul
Sumatera Barat. Mendengar kabar tsb, saya langsung bersemangat mencari profil
sekolah tsb karena hanya dinuka untuk dua kelas (64 siswa). Ternyata nama
sekolah tsb adalah SMAN 1 SUMATERA BARAT. Saya dan ibu saya, langsung mencari
informasi mengenai bagaimana sistem penerimaan siswa baru. Tetapi sayang
sekali, kami hanya mendapat sedikit informasi saja hari itu (28/05). Akhirnya
kami memutuskan untuk mencari informasi berikutnya keesokan harinya.
(29/05) Hari ini dengan
semangat, saya bangun lebih awal. Agar dapat wmujur tak dapat diraih, malang
tak dapat ditunda. Ternyata sekolah tsb tidak berada di kota Padang, di
Pariaman, di Solok, ataupun daerah terdekat dikota Padang. SMAN 1 SUMBAR tsb
berada di kota Padang Panjang yang bersebelahan langsung dengan kampung saya
yaitu Bukittinggi. Ternyata penerimaan siswa baru disana, tidak menerima dengan
online ataupun dengan memperhitungkan Nilai Ujian Nasional namun dengan di tes
secara langsung oleh guru-guru yang berkualitas. Setelah merasa mendapatkan
informasi yang cukup mengenai sekolah yang baru dibuka pada tahun ajaran ini
(2011/2012), kami langsung pulang dan beristirahat di rumah.
Keesokan siangnya (30/05),
saya sekeluarga langsung merapatkan bagaimana rencana kedepannya, apakah saya
akan tetap memilih untuk menunggu pengumuman psb di SMAN 10 PADANG atau, saya
akan tetap memilih SMAN 1 SUMBAR apabila tidak lulus di SMAN 10 PADANG. Setelah
lama berdiskusi akhirnya saya sepakat dengan orang tua membuat komitmen bahwa
saya akan tetap tes di Sman 1 Sumbar, walaupun diterima di Sman 10 Padang
sebagai pilihan kedua.
Sabtu (4/06) adalah
penerimaan surat kelulusan di smp. Saya begitu deg-degan setiap detik di
sekolah. Ketika penerimaan amplop yang isinya surat kelulusan, perasaan saya
langsung tidak karuan. Perasaan takut dan cemas berkumpul menjadi satu. Dan
alhasil saya lulus. Setelah beberapa lama di sekolah sambil melepas kecemasan
bersama teman-teman, saya mendapat info dari salah satu intel saya bahwa
sekolah saya (SMP N 5 PADANG) Lulus 100%. Mendengar info yang belum tentu
kebenarannya itu saya langsung mengkonfirmasikan kepada kepala sekolah.
Ternyata kabar burung itu benar, bahwa kami lulus 100%. Akhirnya tuntaslah
semua perjuangan saya selama kurang lebih tiga tahun terhadap SMP N 5 Padang
yang telah saya besarkan namanya hingga tingkat Provinsi.
Minggu (5/06) merupakan
hari yang jauh lebih mencemaskan dari hari-hari sebelumnya. Karena dihari
inilah pengumuman psb di Sman 10 Padang. Saya begitu cemas dan takut, perasaan
tidak karuan, dan berbagai macam pikiran mengenai tidak lulus dan harus
kerencana 2. Tapi alhamdulillah, saya akhirnya diteriman di SMAN 10 PADANG
dengan nomor urut 14 dari 256 siswa, yang meningkat dr hasil tes sebelumnya
yaitu 23 dari 700 peserta. Perasaan gembira, bangga, dan haru bercampur menjadi
satu. Setelah melewati masa 6 hari karantina yang hebat, yang sangat menguras
fisik dan mental, akhirnya semuanya berbuah sangat manis. Saya langsung
buru-buru pulang ke rumah untuk, menyampaikan kabar gembira ini kepada kedua
orang tercinta yang tak kenal lelah untuk mensuport saya dari titik awal sampai
ke titik akhir.
Sesampainya dirumah,
setelah saya menyampaikan kabar gembira ini kepada kedua orang tua saya.
Keduanya langsung sujud syukur kepada Allah swt. Namun, kebahagiaan itu hanya
berlangsung beberapa menit. Menit-menit kemudian, adalah menit-menit dan
hari-hari dengan pilihan yang jauh lebih sulit. Kami kembali berdiskusi
mengenai dua pilihan yang sangat menentukan. Pilihan banyak dibebankan kepada
saya sendiri, karena nantinya juga sayalah yang menjalani kehidupan didua
sekolah tsb, apakah SMAN 10 PADANG yang sudah jelas didepan mata tapi, belum
jelas untuk biaya selanjutnya, atau SMAN 1 SUMATERA BARAT yang bisa disebut
belum jelas namun, apabila saya diterima disana orang tua saya tidak perlu
memikirkan lagi biaya sekolah yang mahal. Saya tetap kuat pada pendirian yaitu
akan melanjutkan rencana kedua dengan tetap pergi test ke Sman 1 SUMBAR.
Akhirnya kedua orang tua saya setuju karena, apalah salahnya mencoba sambil
menambah-nambah pengalaman.
Keesokan paginya (06/06)
saya langsung bersiap-bersiap untuk berangkat ke Padang Panjang dengan tekad,
akan menerima apapun hasilnya karena itulah yang terbaik bagi saya, kedua orang
tua dan itulah pilihan Allah SWT. Saya baru berangkat dari Padang jam 17.00 dan
amat sayang sekali, kami terjebak macet selama 2 jam lebih. Dikarenakan jalan
yang kami lalui akan menjadi rute TDS (Tour De Singkarak 2011). Baru setelah
jam 21.00 kami lepas dari kemacetan dan langsung tancap gas ke Bukittinggi,
karena kami menginap disana. Pukul telah menunjukan 23.00 wib, saat itu saya
dan ayah saya baru saja sampai dikota kelahiran kami. Karena merasa sangat
lelah, saya langsung pergi kekamar dan beristirahat.
Selasa (07/06) pukul
07.00 pagi saya telah siap dengan ayah saya langsung melaju ke Padang Panjang
untuk pendaftaran, dan tes dihari terakhir untuk wawancara. Alhamdulillah saya
melewati semua tes dengan lancar dan sukses. Tinggal satu hari lagi saja tes
sebagai tes akademik. Setelah mendapatkan informasi mengenai dimana alamat SMAN
1 SUMBAR tsb, saya dan ayah langsung berkeliling mencari tempatnya. Setelah
kurang lebih satu jam, kami menemukan sebuah gedung megah yang sangat luas dan
tampak sangat asri. Itulah dia gedung SMAN 1 SUMBAR yang selama ini saya
cari-cari dan nanti-nanti. Berdiri kokoh dengan 5 gedung utama (gedung sekolah,
kantor guru, aula, asrama, gedung olahraga) dan tersisa kurang lebih 2 Ha lagi
tempat yang kosong sebagai tempat parkir dsb. Saya langsung bersemangat melihat
suasana sekolah tsb yang sangat indah, dengan pemandangan bukit di kedua
sisinya, terhampar sawah dengan padi yang menguning, udara yang sangat sejuk,
terletak jauh dari kebisingan dan keramaian serta sifat alamnya yang masih
sangat bersahabat. Saya merasa akan betah tinggal disana selama kurang lebih
tiga tahun untuk menuntut ilmu.
Malampun berganti pagi, sekarang (8/06) saya
telah berangkat ke Padang Panjang yaitu tepatnya di SMAN 1 PADANG PANJANG untuk
mengikuti tes kedua. Tes yang kedua ini bersifat lebih efisien daripada tes-tes
wawancara sebelumnya yang membuat jauh
menjenuhkan.
Karena tidak bersifat monoton dan membuang waktu secara percuma. Sesampainya
diruang ujian tsb saya banyak mendapat kenalan yang ternyata orang-orang jauh,
ada yang berasal dari jambi, bengkulu, pekanbaru, solok selatan, painan,
payakumbuh dan pesisir selatan bahkan mereka semua juga bernasib sama dengan
saya kebanyakan. Mereka sudah ditrima di Sma didaerahnya masing-masing dan
menjadikan tes sekolah ini untuk menambah pengalaman, setelah saya tinjau
dengan lebih baik. Mereka semua menginginkan bersekolah disini karena biayanya
yang gratis dan asrama. Alasan mereka sangatlah sama dengan saya sendiri.
Tetapi saya tidak terlalu memikirkan hal tsb, takutnya nanti menganggu
perhatian dalam menjawab soal. Tes keduapun akhirnya selesai dan saya merasa
sudah mengerjakannya dengan maksimal dan hanya menyerahkan hasilnya kepada
Allah SWT. Sekarang tinggal menunggu pengumuman saja, tapi sayang sekali saya
harus buru-buru pulang karena ada keperluan mendadak keesokan harinya. Jadi
kami hanya bertitip pesan dengan salah satu panitia yang bisa kami hubungi
untuk kejelasan selanjutnya.
Tanggal 10 Juni 2011,
merupakan hari pengumuman psb di SMAN 1 SUMBAR. Namun saya tetap memutuskan
untuk tetap berada di Padang, karena takutnya nanti kami keduluan tidak tahu.
Jadi saya hanya menunggu perkembangan informasi yang diberikan oleh panitia
tsb. Jam 09.13 saya mendapat pengumumannya. Dengan sedikit gemetar saya membuka
pesan tsb dengan cucuran keringat dingin. Alhamdulillah kembali terucap dalam
hati dan lisan ini karena doa saya kembali dijawab Allah. Dengan cepat saya
memberi tahu kabar ini kepada kedua orang tua dan orang tua saya menyambutnya
dengan kesyukuran sekaligus wajah bingung.
Kembali kami rapat hari itu juga, memutuskan memilih di dua sekolah
bukanlah perkara yang mudah, apalagi dua sekolah tsb mempunya prediket yang
unggul di Provinsi maupun Nasional, karena persoalan ini sangat rumit, saya
menyerahkannya kepada kedua orang tua bagaimana baiknya, dan tidak lupa
beristikharah kepada yang kuasa. Keputusanpun telah diambil, setelah mengalami
beberapa proses yang sangat lama dan panjang, saya tetap memilih SMAN 10
sebagai sekolah lanjutan saya.
CREATED ©COPYRIGHT CYNTHIA NOVA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar